Mutiara Kusumawati


Khonsa` Abad ini

Ditulis dalam Dunia Mujahidah oleh mutiarakusumawati pada Maret 8, 2008

Ummu Hamzah

Segala puji bagi Alloh robb semesta alam, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi dan rosul yang paling mulia. Amma ba’du:

Adapun menjawab pertanyaan tentang Ummu Hamzah [semoga Alloh memberikan rahmat yang luas kepadanya, menempatkannya di dalam syurgaNya yang luas, dan semoga Alloh mengumpulkan saya bersamanya di syurga `Adn di sisi Allah Raja Yang Maha Kuasa] Sungguh menjadikan air mata akan berlinang dan hati akan pilu atas kepergian orang-orang yang dicintai. Dan sungguh kami rela menerima ketentuan Alloh baik yang pahit maupun yang manis.

Kata-kata ini kutuliskan untuk mengkisahkan sejarah seorang wanita yang agung, supaya dapat menjadi tauladan bagi kaum wanita pada zaman ini. Kutuliskan sejarahnya supaya musuh-musuh Alloh tahu bahwasanya ada wanita yang tegar di atas jalan kebenaran, yang tidak terpengaruh oleh tipudaya musuh. Saya tulis sejarah ini supaya kaum laki-laki betul-betul mengetahui bahwa ada wanita yang tidak bersikap pengecut dan tidak enggan untuk beramal dengan sungguh-sungguh.

Ummu Hamzah dan harta

Ummu Hamzah menginfaqkan semua apa yang dia miliki berupa emas dan harta pada pintu-pintu kebaikan, dalam rangka membela kaum muslimin yang tertindas.

Ketika Ummu Hamzah mengetahui ada sebuah program yang baik yaitu pertemuan mingguan di sebuah Villa yang diadakan oleh seorang da’i atau seorang santri dia sampaikan ceramah di villa tersebut, Ummu Hamzah tahu bahwa villa tersebut membutuhkan mesin pembangkit listrik, maka Ummu Hamzah pun menjual emas yang dia miliki untuk membeli mesin pembangkit listrik supaya Alloh menyebut namanya di dalam majlis itu. Dan ketika Ummu Hamzah mengetahui bahwa mujahidin membutuhkan harta, ia serahkan semua hartanya untuk membela mujahidin dan dia mengumpulkan sumbangan dari wanita-wanita kerabatnya dan wanita-wanita yang baik.

Ya Alloh, alangkah baiknya engkau wahai Ummu Hamzah. Sungguh ia wafat sedangkan dia tidak memiliki emas kecuali dua cincin, setahu saya.

Ummu Hamzah dan pembelaannya terhadap mujahidin

Ummu Hamzah telah memberikan tempat tinggal kepada mujahidin, ketika kaum laki-laki ketakutan dan mereka enggan menolong saudara-saudara mereka. Dia telah menyediakan tempat untuk mujahidin di rumahnya bersama suaminya, dan dia memasakkan dan mencucikan dan dia tidak pernah merasa malas, akan tetapi dia sabar dan mengharapkan pahala disisi Alloh dalam melakukan itu semua. Ya Alloh alangkah baiknya engkau wahai Ummu Hamzah.

Ummu Hamzah dan hijroh

Ketika Ummu Hamzah mulai memahami benar bahwa penguasa Nejd dan Hijaz (Saudi) adalah thoghut yang murtad dari agama Islam, ia mengkafirkan penguasa tersebut, berbaro’ dari mereka dan membenci mereka, dan meminta kepadaku untuk berhijroh ke Afghanistan, yang disana terdapat pemerintah Islam Tholiban namun aku menolaknya karena aku belum jelas betul tentang keadaan Tholiban yang ketika itu tahun 1420 H.

Keadaannya di rumahnya

Dia adalah wanita yang taat kepada suaminya. Pernah satu tahun dia tidak pernah meminta sesuatu pun dari pasar. Dia sangat jarang keluar rumah. Dia tidak mengunjungi keluarganya kecuali sebulan sekali. Dia selalu mengulang-ulang ayat:

“Dan tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab : 33).

Dia mengatakan: “Sesungguhnya wanita itu jika dia banyak keluar rumah berarti dia tidak melaksanakan ayat tersebut “. Dia tidak pergi mengikuti pertemuan-pertemuan umum dan pesta-pesta karena pada tempat-tempat tersebut banyak terjadi kemaksiyatan dan banyak wanita berhias.

Wahai Ummu Hamzah, sungguh sangat sedikit wanita yang sepertimu. Dia kadang pergi mengikuti dauroh (training) wanita untuk ikut mendengarkan ceramah.

Ummu Hamzah dan kelantangannya dalam menyampaikan kebenaran

Ummu Hamzah dengan lantang menyampaikan ajaran agama dan kebenaran ketika para ulama’ diam. Dia menyebarkan buku-buku agama ketika kaum laki-laki mulai pengecut. Dan di antara buku-buku yang dia sebarkan adalah buku Syaikh kita Abu Muhammad Al-Maqdisi yang berjudul Al-Kawasyif Al-Jaliyah (Buku yang menyingkap kekafiran negara Saudi), Millah Ibrohim dan Imta’un Nadz-ri Fii Kasyfi Murji’atil `Ash-ri.

Ummu Hamzah dan mati syahid fii sabiilillah

Dia sangat bahagia ketika mendengar sebuah amaliyah istisyhadiyah yang dilakukan oleh seorang wanita, baik di Palestina maupun di Cechnya. Dan demi Alloh dia menangis dan ingin untuk melakukan amaliyah istisyhadiyah melawan kaum salibis di Jazirah Arab.

Ya Alloh alangkan baiknya engkau wahai Ummu Hamzah

Ummu Hamzah pada saat-saat menjelang kematiannya

Kira-kira sepuluh hari sebelum meninggalnya dia menulis ayat-ayat Al-Qur’an pada sebuah pisau, seolah-olah dia mengatakan: “Pisau pisau”

Dia menulisnya pada secarik kertas dan diletakkannya di dekat kepalanya, dan saya tidak memperhatikan ayat-ayat tersebut kecuali setelah kematiannya.

Dia melihat ke atas dan mengatakan kepada keluarganya sebelum kematiannya: “Sungguh aku melihat (Surga) `Illiyyiin.” Dan dia juga mengatakan sedangkan dia melihat ke langit dan tersenyum: “Saya melihat tempat tinggalku di Firdaus yang paling tinggi.” Dan dia mengatakan kepada ibunya: “Jangan bersedih, saya akan melihatmu di syurga.” Dan di antara yang terakhir dia katakan adalah: “Bejihadlah kalian melawan orang-orang kafir.” Lalu dia mengucapkan syahadat kemudian keluarlah ruhnya menuju penciptanya dalam keadaan tersenyum berseri-seri.

Semoga Alloh merahmatimu dan mengampunimu wahai Ummu Hamzah. Alangkah baiknya kehidupanmu dan alangkah baiknya kematianmu. Ya Alloh sungguh aku ridlo kepadanya maka ridloilah dia wahai Yang Maha Penyayang.”

Ayat-ayat yang ditulis oleh Ummu Hamzah dalam kertas sebelum meninggal :

” Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketengan dari Rabbmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman “. (QS. Al-Baqoroh:248)

” Kemudian Allah memberi ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada oang-orang yang beriman, dan Allah telah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikian pembalasan kepada orang-orang yang kafir “. (QS. At-Taubah:26)

“Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “. (QS. At-Taubah:40)

” Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana “, (QS. Al-FAth:4)

” Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) “. (QS. Al-Fath:18)

Sumber : Alqoidun.net

Wahai Para Wanita Islam !!

Ditulis dalam Dunia Mujahidah oleh mutiarakusumawati pada Maret 8, 2008

Aku memasuki satu komunitas yang lapang, lalu aku berjalan di sisinya, dan berada di halamannya, aku ingin mengintip keadaannya dan ingin menyingkap rahasianya, maka aku simpulkan bahwa hal itu tidak perlu diintip dan disingkap, karena pintunya selalu terbuka, dan rahasianya juga selalu tersingkap. Lalu aku bertanya tentang para pemudi negeri ini?

Maka aku lihat mereka itu telah terperdaya dengan penampilan-penampilan yang menipu, terkena fitnah dengan pemandangan yang memikat, mengikut dibelakang kebid’ahan yang menarik dan menyihir mata, dan tunduk di belakang syiar-syiar palsu dan saling berlomba-lomba agar setiap orang diantara mereka mengatakan: “Aku lah yang paling baik”.

Maka kita melihat mereka sedang shopping di swalayan-swalayan, berputar-putar di jalan-jalan tanpa tujuan, menghambur-hamburkan harta dan berpakaian namun telanjang serta mengumbar aurat di pesta-pesta pernikahan. Masing-masing membanggakan pakaian mereka yang mahal, sepatu mereka yang tinggi dan perhiasan-perhiasannya yang terbuat dari intan. Kamu melihat dia di setiap pestanya dengan satu pakaian khusus, dan setiap satu set pakaiannya untuk satu plesiran. Mereka di setiap plesiran itu selalu membanggakan diri, dengan berbagai warnanya yang cemerlang dan modelnya yang termasuk kwalitas papan atas.

Sehingga kita melihat yang ada hanyalah penghamburan dan pemborosan, kelalaian yang tidak membuat mereka sadar-sadar, mereka telah menutup pintu diri mereka sendiri, dan menutupinya dengan sebuah pembatas, supaya tidak keruh kejernihan kehidupan mereka oleh udara panas, debu yang membuat lusuh, rintihan kesakitan dan erangan penderitaan serta teriakan yang keras dan panas yang meluap-luap.

Seakan-akan mereka diciptakan sendirian saja, mereka telah tertipu dengan dunia dan perhiasannya yang berkilauan, serta pemandangannya yang palsu. Entah apakah mereka itu lupa atau berpura-pura lupa bahwa mereka memiliki keluarga selain keluarganya, dan mereka punya saudara selain saudaranya, yang mengikatnya dengan ikatan kemanusiaan yang paling utama. Dirumah-rumah mereka sendiri terusir, diri mereka ditekan, dan harta mereka dirampas. Sehingga kita melihat para lelaki telah dibunuh dan dipenjara oleh kedholiman orang-orang yang dholim, dengan perintah penghancuran. Kita juga melihat para wanita hidup di bawah bayang-bayang ketakutan dan kelaparan di rumah-rumah yang reot disebabkan ditinggal oleh orang-orang yang dicintainya, raibnya pemilik rumah, suasana kegelapan disebabkan putusnya lampu dan akibat penghancuran.

Dia takut dari tentara musuh jika mereka memecahkan pintu, dan merobek aib kemuliaan orang-orang yang dicintainya. Dia mengusap airmata anak kecil yang malang dan miskin, dia menahan perutnya yang sakit karena rasa lapar yang melilitnya, dia tidur di dalam ruang kosong dalam keadaan menderita, tidak dapat membela diri kecuali dengan mendekap ibunya yang mengasihinya, yang dia hampir-hampir tidak dapat tidur karena selalu dibuat kaget dengan kebisingan tank-tank dan suara ledakan.

Semua itu adalah dampak perlakuan musuh, mereka menginjak-injak tanah kita secara dholim dan paksa, dengan kekuatan dan tekanan, kebencian dan permusuhan, serta perampasan dan pengusiran.

Sehingga yang kita lihat adalah darah dan potongan-potongan tubuh, penawanan dan penindasan serta pembakaran dan penghancuran. Para wanita kita, mereka masih tertutup kemuliaannya, mengingkari dengan hati mereka, lalu sampai kapan perlawanan dan pengingkaran ini? dan sampai kapan kelalaian dan kealpaan ini?.

Wahai saudariku

Bagaimana anda tidur dalam keadaan tenang dan senang padahal di sana dia tidak tidur di malam harinya karena ulah para musuh?.

Atau bagaimana kalian hidup dalam keadaan senang sedangkan saudara-saudaramu menjumpai pembantaian yang tragis dan berbagai macam ujian? Atau bagaimana kamu bisa hidup tenang sedangkan saudari-saudarimu menemui apa yang membuat ranjang hancur dan memekakkan pendengaran?

Wahai para cucu-cucu Khodijah, Asma’ dan Aisyah

Sekarang ini bagi anda adalah mengetahui bahwa di dunia ini ada kehidupan dan kematian, haq dan bathil, ujian dan kenikmatan, fitnah dan siksaan, dan juga di dalamnya ada Islam dan kafir.

Apakah anda melihat siapakah dari kalangan wanita hari ini yang memperjuangkan tekad umat? Siapakah wanita yang menangisi pembantaian yang terjadi di Jenin, Nablus dan Rofah?

Dan siapakah wanita yang menangisi jatuhnya Kabul? Bahkan siapakah wanita yang menangisi jatuhnya kota Baghdad?

Demi Alloh kamu tidak dapat melihat para wanita tersebut kecuali yang menangisi orang-orang yang dia cintai, namun dia tidak perhatian dengan apa yang menimpa agama dan keluarganya.

Wahai saudariku

Wajib bagimu untuk membangunkan hati-hati para lelaki, dan kamu dongkrak tekad para pahlawan, katakan: kami tidak mau tunduk di bawah kehinaan dan kerendahan, kenistaan dan keterpaksaan, kami ingin membebaskan diri dari ruku’ di depan para penyembah salib.

Hendaklah anda mempersembahkan orang-orang yang anda cintai untuk di kirim di medan-medan jihad, karena sesungguhnya Alloh yang paling berhak dengan pengorbanan kita di jalannya dengan sesuatu yang paling mulia dari apa yang kita miliki berupa jiwa dan harta.

Kukatakan padamu hai saudariku muslimah: “Sesungguhnya minimal yang dituntut darimu berkaitan dengan keluarnya para lelaki untuk berjihad adalah engkau diam tidak mengeluh dan ridho dengan perintah Alloh, hati-hatilah dari menghalang-halangi dari jalan Alloh dan menjadi perusak jalan mereka menuju jannah dan untuk mendapatkan ridho Ar Rohman.

Alloh SWT berfirman:

“Orang-orang yang mencintai kehidupan dunia daripada akherat dan menghalang-halangi dari jalan Alloh dan menginginkan supaya jalan itu bengkok mereka itu berada di dalam kesesatan yang sangat”.

Maka jadilah seperti Khonsa’, Nashibah binti Ka’ab dan Shofiyyah binti Abdul Muthollib [1] yang pada sekarang ini tidak ada para wanita seperti mereka, dan yang menginginkan untuk mengangkat kehinaan dan kenistaan dari kepengecutan umat, hendaknya meninggikan bendera pertolongan untuk Islam dan kaum muslimin dengan darah anak-anak dan buah hati mereka, serta menghentikan gerakan orang-orang komunis kafir dari negeri-negeri Islam dan penduduknya”.

Wahai saudariku.

Kenapa engkau tidak menjadi seperti Ummu Suroqoh? Apa yang terjadi dengan Ummu Suroqoh? Dia telah mempersembahkan anaknya untuk berjihad di Afghonistan, dan ketika anaknya terbunuh, mereka berkata: “bagaimana kita memberitahukan kepadanya akan kematian anaknya?”.

Kemudian mereka berpendapat jika hal itu yang menyampaikan adalah Syaikh Abdulloh Azzam pasti dia akan menganggap ringan musibahnya, maka Syaikh rh menghubungi ibunya dan memberitahukan berita gembira akan kematian anaknya, serta menghiburnya dengan kata-kata kesabaran, namun dia tidak membutuhkan kata-kata itu, dan seakan-akan dia menunggu-nunggu berita akan kematian anaknya dengan penuh kerinduan, lalu dia menjawab perkataan Syaikh: “Alhamdulillah, segala puji milik Alloh akan kesyahidan Suroqoh dan aku akan mengirimkan saudaranya kepada kalian supaya menggantikan kedudukannya” [2]

————————-

[1] . Ibnu Ishaq berkata, “Yahya bin Abbad bin Abdulloh bin Az Zubair berkata kepadaku dari ayahnya yaitu Abbad yang berkata bahwa Shofiyyah binti Abdul Muthollib ra berada di benteng tinggi milik Hasan bin Tsabit. Shofiyyah binti Abdul Mutholib berkata, ‘Hassan bin Tsabit berada di benteng tersebut bersama para wanita dan anak-anak. Tiba-tiba salah seorang Yahudi berjalan melewati kami mengelilingi benteng. Bani Quroidhoh telah mengumumkan perang dan membatalkan perjanjian dengan Rosululloh SAW. Tidak ada seorangpun yang bisa melindungi kami dari mereka, karena Rosululloh SAW dan kaum muslimin sedang menghadapi musuh hingga tidak bisa pergi ke tempat kami jika seseorang datang menyerang kami. Aku berkata, “Hai Hassan, orang Yahudi ini seperti engkau lihat mengelilingi benteng. Demi Alloh, aku khawatir ia menyebarkan aurat kita kepada orang-orang Yahudi di belakang kita. Rosululloh SAW dan sahabat-sahabatnya sibuk hingga tidak bisa mengurusi kita, oleh Karena itu, turunlah engkau kepadanya dan bunuhlah dia!” Hassan bin Tsabit berkata, “Semoga Alloh mengampuni dosa-dosamu, hai anak Abdul Muthollib, demi Alloh, engkau tahu bahwa aku tidak ahli untuk tugas tersebut.” Ketika Hassan bin Tsabit berkata seperti itu dan aku tidak melihat sesuatu padanya, aku mengencangkan kainku, kemudian mengambil tongkat besi. Setelah itu, aku turun dari benteng menuju orang yahudi tersebut dan memukulnya dengan tongkat besiku hingga tewas. Setelah membunuhnya aku naik ke atas benteng dan berkata kepada Hassan bin Tsabit, “Hai Hassan, turunlah engkau ke jenazah orang Yahudi tersebut, kemudian ambillah apa yang dikenakannya, karena tidak ada yang menghalangiku untuk mengambil apa yang ia kenakannya, melainkan ia orang laki-laki.” Hassan bin Tsabit berkata, “Aku tidak butuh untuk mengabil barang-barangnya, hai putri Abdul Mutholib.”

[2] . Kitab Daurun Nisaa’ Fii Jihaadil A’daa, karangan: Syaikh Yusuf Al Uyairi rh.

Sumber : Alqoidun.net

Wawancara dengan Seorang Mujahidah Afghan yang Mengagumkan

Ditulis dalam Dunia Mujahidah oleh mutiarakusumawati pada Maret 8, 2008

Wawancara ini dilakukan oleh seorang saudari kita (qurban khoroona) terhadap seorang Mujahidah Afghan, Ummi Riazullah.

Beliau adalah saudari dari empat syuhada dan beliau sendiri adalah seorang Mujahidah. Beliau turut serta dalam pertempuran selama invasi Sovyet. Suaminya adalah pria yang telah berumur, dia diseruduk seekor sapi sehingga tangannya patah sampai sekarang. Karena perawatan yang kurang baik, sikunya menjadi tidak normal seperti semula. Kita mohon pada Allah agar dia diberi kesembuhan sehingga dapat melakukan sesuatu untuk Islam kembali.

Ummi Riazullah aslinya berasal dari Kabul, Afghanistan. Beliau pindah ke Pakistan dan saat ini tinggal di salah satu tempat pengungsi di Pakistan. Beliau sekarang berumur 60-an tahun, tetapi Masha Allah semangatnya seperti gadis berumur 20 tahun. Anak laki-lakinya adalah seorang Mujahid, begitu juga cucu laki-lakinya juga seorang Mujahid. Suaminya adalah seorang muslim yang taat dan wajahnya dipenuhi cahaya keimanan.

Saya: Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Mujahidah: Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Saya: Darimana anda berasal ?

Mujahidah: Saya berasal dari Kabul…

Saya: Kapan anda datang ke tempat pengungsian ini di Pakistan ?

Mujahidah: Kami adalah salah satu pengungsi yang datang sejak awal. Mulanya mereka mengirim kami ke [diedit] dan kemudian kami dipindahkan ke sini. Akhirnya kamipun tinggal di sini

Saya: Apakah anda bermaksud pulang kembali ke Afghan ?

Mujahidah: Jika mereka mengijinkan kami tetap tinggal, tapi jika mereka tidak mengijinkan maka kami harus pulang. Saya tidak ingin kembali ke Afghan karena Pemerintahan Kafir berkuasa kembali, dimana mereka sangat rakus dan serakah, insyaAllah perut mereka akan dipenuhi api neraka.

Saya: Maukah anda menceritakan pada saya tentang Jihad di negara anda ?

Mujahidah: Jihad terus berlangsung putriku, masih berlangsung dan insyaAllah akan tetap ada sampai hari Kiamat.

Saya: Apakah ada diantara anggota keluarga anda yang turut serta dalam Jihad ?

Mujahidah: Ya, yaitu cucuku. Dia berada di Helmand dan juga anakku sendiri, dia di negara ini sekarang berjihad dengan media. Banyak tentara Amerika di sana. Mujahidin berada di jalan Allah… dan siang malam mereka ada yang meninggal, dan Alhamdulillah mereka meninggal dengan cara luar biasa. Semua ini adalah Rahmat dari Allah.

Saya: Siapa anak kecil yang duduk dengan anda ?

Mujahidah: Dia juga cucuku, dia belajar di sebuah Madrasah di kamp sini.

Saya: Akankah anda mengirimnya dalam Jihad juga ?

Mujahidah: Kenapa tidak jika nanti Allah telah menjadikannya dewasa. Apakah dia bukan anak seorang Muslim ? Nabi kita dan para sahabatnya dulu berjihad, misalnya saja di perang Badar, Uhud dan perang-perang lainnya. Kita tidak lebih baik daripada mereka dari sisi apapun. Mereka telah diberi kabar gembira dengan surga ketika masih hidup, sementara iman yang kita miliki sangat kecil dibandingkan mereka.

Saya: Dimana keluarga anda yang lain ? di Kabul ?

Mujahidah: Ya, mereka ada di Kabul. Semua laki-laki kami ada di Kabul. Mereka berjihad fie sabilillah dan semua wanitanya ada di kamp ini. Kami adalah wanita-wanita satu desa yang tinggal di kamp ini, dan kamipun senang berada di sini.

Saya: Apakah wanita juga berjihad di sana ?

Mujahidah: Tidak, tapi ada beberapa wanita yang berjihad di Helmand. Di sana ada bukit-bukit, ketika orang-orang kafir berkumpul pada satu tempat mereka menyerangnya dari belakang bukit. Harta dan barang rampasan dari orang kuffar kemudian dikumpulkan. Mereka mencoba menolong negeri mereka dan Muslimin yang memiliki kekuatanpun menolong mereka.

Agama ini namanya Islam, panduannya Al Qur’an. Jika kamu berpegang teguh padanya tentu jalanmu ke Surga akan lebih mudah. Tidak peduli berapapun uang yang kau miliki, tetap tidak bisa membawamu ke jannah.

Kesengsaraan di dunia hanya sementara, akan tetapi kesengsaraan di akhirat akan kekal selamanya. Di negara kami ketika mereka menggali dan menemukan mayat orang kafir, ada ular yang sedang menggigit mayat tersebut di dahinya. Orang-orang yang menggali tadi berdoa agar mereka dapat meletakkan mayat tersebut kembali ke lubang kuburnya. Setelah didoakan oleh mereka ular itupun pergi. Inilah apa yang terjadi terhadap kelakuan orang-orang kafir.

Hal lain terjadi pada sebuah mayat yang didapati telah dikubur 3 tahun, tubuhnya terlihat masih segar seperti baru saja kena tembak, darahnya menyebarkan wangi misk dan warnanya masih segar. Jenggotnya begitu indah dan dahinya bercahaya. Ada juga mayat lain yang kalashnikov-nya masih menyertainya. Kedua mayat ini sudah 3 tahun terkubur. Kalashnikov-nya masih dalam keadaan baik begitupun dengan tubuhnya seolah-olah baru saja meninggal.

Saya: Bisakah anda ceritakan tentang cucu anda yang berada di Helmand ?

Mujahidah: Dia menghubungi dua bulan yang lalu dan mengabarkan bahwa dia ditempatkan di pos lain dan saat ini tidak ada kesempatan untuk kembali. Istrinya di sini dan dia mengatakan bahwa dia merasakan tanda-tanda bahaya pada suaminya karena matanya sering berkedip (berhubungan dengan tahayul, red). Maka saya beritahu dia agar jangan berbuat sirik dan bid’ah, semua ini tidak benar. Jangan ikuti hal-hal seperti ini yang merupakan perbuatan syirik dan bid’ah. Dengan mempercayainya kamu menghancurkan akidahmu dan aku beritahu dia tidak usah khawatir dan jangan bersedih, insyaAllah Allah akan membawa suamimu pulang.

Saya: Jadi apakah anda Salafi ?

Mujahidah: Ya kami adalah Salafi, ini adalah agama yang benar. Agama para salafus sholeh. Kami semua Salafi dan kami melakukan jihad. Kami tidak seperti agen-agen kafir yang hanya menginginkan dollar, mobil dan pesawat. Sebagian Taliban adalah Salfi dan sebagian lainnya Deobandi.

Saya: Pernahkah anda turut serta dalam Jihad ?

Mujahidah: Wanita kami berjihad saat invasi Sovyet. Saya sendiri turut serta di dalamnya. Topografi negara kami adalah pegunungan, kami berjihad dan menghabiskan malam-malam di pegunungan dan memukul mundur tentara Rusia, Alhamdulillah. Dan sekarang kami kembali ke pegunungan lagi. Kami meninggalkan segala milik kami di negara kami. Kami telah membebaskan negara kami dari Rusia namun kemudian orang-orang Munafikin diantara kami yang rakus muncul dan menghancurkan negara kami. Sekarang orang-orang Amerika memiliki kekuasaan di sana, juga orang-orang Munafikin dan Rusia. Allah bersama kami dan Dia lah Yang Maha Kuasa.

Saya sendiri pernah berjihad. Kami menghabiskan tiga malah di pegunungan dan kami berhasil memukul mundur tentara Rusia ke suatu tempat hingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk kembali dan akhirnya mereka mundur.Taliban masih di Afghanistan dan insyaAllah mereka akan terus melanjutkan operasi di sana dan semoga suatu hari mereka berhasil.

Ketika saya datang dari Afghanistan, saya memakai chador di mataku dan saya datang dengan mata tertutup seperti itu supaya saya tidak melihat orang Kafir siapaun dan juga sekutu-sekutunya, dan jika ada kesempatan disingkirkan saya berdoa pada Allah supaya menghancurkan mereka atau mencabut mata saya. Wajah mereka begitu kotor… Allah telah membawa kami ke negeri Muslimin [Pakistan], kami telah membuat ruangan-ruangan temporer bagi kami.

Saya: Namu sekarang orang-orang mulai akan pulang kembali ke negara mereka dengan kemauan sendiri..

Mujahidah: Ya mereka akan… Namun mereka adalah orang-orang yang mendukung agen-agen tamak KUffar. Saya adalah wanita miskin dan jika mereka mencoba untuk membunuh saya maka mungkin saya akan pergi ataupun saya tidak akan pergi sampai pemerintahan Islam Taliban terbentuk di sana. Kenapa saya harus pergi ke sana sementara orang-orang Kafir berkeliaran bebas di sana ? Di sini orang-orang Pakistan mereka adalah orang-orang yang baik, mereka membantu kami dan bahkan jika kami hanya mencukupkan dengan batuan mereka hal itu sudah cukup bagi kami.

40 Kuffar terbunuh dua bulan lalu dalam sebuah pertempuran dengan Taliban… dan tidak seorang Mujahid Taliban-pun yang terluka, bahkan yang tergorespun tidak ada. Orang-orang kafir itu terkapar tewas di tanah dengan wajah mereka terbenam ke tanah dan lidah-lidah mereka menjulur. Kemudian sebuah pesawar datang dan mengangkut semua mayat itu. Mereka menyisakan banyak barang rampasan perang. Keponakan laki-lakiku turut serta dalam perang ini, dia mengatakan bahwa mereka memanfaatkan semua barang rampasan termasuk makanan dan dipastikan terlebih dahulu kehalalannya. Anakku mendapat tiga dari empat kalashnikov dari sana dan kemudian menjual semuanya. Aku telah mempersembahkan empat saudara lelakiku dalam Jihad dan semuanya telah syahid dan seluruh keluarga kami turut ambil bagian dalam jihad. Jumlah mereka yang berjihad sangat banyak, kami memilki keluarga besar dan para pria dipersembahkan dalam jihad fi sabilillah.

Jika bukan karena pesawat-pesawat mereka yang membombardir dari angkasa, maka hanya sedikit dari kaum laki-laki kami sudah cukup untuk menghadapi 3 kali lipat jumlah pasukan Kuffar yang ada saat ini. !!!

Orang-orang kafir memiliki segala jenis fasilitas, akan tetapi Allah bersama kami. Allah telah memberikan mereka hanya dunia, sedangkan bagi kita adalah Akhirat, insyaAllah.

Berdoalah bagi cucu dan anakku, kami telah mengirim uang kepadanya, yang ayahnya telah mengumpulkan sekitar 5000 Rs ($ 83). Kami mengirim uang ini melalui seorang pria dan terakhir kali kami memberikannya dua bulan lalu ketika dia datang ke sini. Pria (kurir) itu akan datang bulan depan atau mungkin dia-nya sendiri yang akan datang dan aku akan membawanya menemuimu.

qurban khoroona

(alqoidun/alfirdaws)

Sumber : Alqoidun.net

Halaman Berikutnya »