Mutiara Kusumawati


SEPANJANG USIAKU

Ditulis dalam Dunia Muslimah oleh mutiarakusumawati pada Maret 21, 2008

Waktu terasa semakin berlalu

Hingga ku terlalu lama jauh

Tak terasa usia ini tlah bertambah

Meninggalkan secarik cerita tentangku

Tentang sepanjang usiaku

Dibanyak malam ku berdo’a
Karna diri ini trus merana
Bagai pohon yang siap terlumat

Terlumat oleh tebing yang curam
Tiada bersih hanya penuh nista
bermadikan cahaya kegelapan yang muncul

Atas apa yang tlah kulakukan slama ini

Ya Allah, Engkau Tuhan Yang Disembah..!

Ku tahu semakin bertambahnya usiaku

Maka seharusnya bertambah pula imanku

Kuatkanlah imanku dalam keadaan apapun
Dan janganlah Kau bolak-balikkan hatiku

Setelah Kau berikan hidayah-Mu

Ya Allah hanya Engkau yang kupinta
Ampuni hamba tunjukan cahaya

Berilah rahmat dan ridhomu atas usiaku

Dibanyak waktu aku terpukau
Hanya dosa dan dosa terpandang
Meski tetes air mataku trus mengurai
Tak akan mampu dosa termakan waktu

Ya Ghaffar, Engkau Maha Pengampun…!
Aku hanya mampu mengungkapkan secuil risalah-Mu
Namun, belum mampu mencegah kemaksiatan

Belum mampu menyentuh hati yang keruh

Belum mampu menggunakan sepanjang usiaku

Tuk sekedar beribadah kepadamu

Aku takkan menyalahkan setiap detik cerita

Selama aku berjalan didunia ini

Karna itu sesuatu yang indah

Sesuatu yang seharusnya menjadi tauladan

Ya Allah Engkau satu yang mampu
PertolonganMu selamatkan aku

Tolonglah hamba-Mu ini
Tiada daya aku tuk mengubah

Atas takdir yang tercipta untukku
Bertemu dengan-Mu pun aku tak kuasa
Tapi kepada siapa lagi ku memohon

Selain kepada-Mu Ya Allah

Selamatkanlah aku dari kesia-siaan usiaku

Ya Hafizh, Engkaulah Maha Memelihara…!
Lindungilah aku dari kehancuran moral dan mendustakan agama-Mu
Jangan jauhkan aku dari Ramadhan-Mu
Karena di sanalah kutemukan muara tangisan umat-Mu
Jangan jauhkan aku dari si miskin dan si lapar
Karena di sanalah ku menemukan-Mu

Peliharalah usiaku dari sia-sia dan maksiat

Ya Akbar, Engkaulah Yang Maha Besar…!
Betapa kecilnya diriku dibandingkan kebesaran-Mu
Aku tak mampu melihat kebesaran-Mu dengan mata kepala ini
Bukalah pintu hatiku agar ada ruang bagi kebesaran-Mu
Bukalah pintu hatiku agar aku dapat melihat rahmat-Mu

Bukalah pintu hatiku agar aku dapat memanfaatkan usiaku

Ya Razzaq, Engkaulah pemberi rezeki…!
Niat telah kuikrarkan dan tekad tlah aku patrikan
Usaha telah kulakukan dan doa tlah kupanjatkan tinggi
Tenaga telah kukerahkan dan cerdik pikirku tlah kukuras
Aku tak berharap kepada siapapun
Hanya kepada-Mu aku memohon pertolongan
Bukalah pintu rezekiku…!

Ya Ghani, Engkau Tuhan Yang Maha Kaya…!
Ada orang miskin tak bisa makan enak karena tak ada makanan
Tapi tak sedikit orang kaya yang tak bisa merasakan kelezatan makanan karena sakit

Ada orang tua tak dapat apa-apa atas usianya yang lama

Tapi ada anak muda yang tak dapat menggunakan usianya

Ya Allah jangan jadikan aku seperti mereka

Jadikanlah aku orang yang paling bermanfaat atas usiaku

Ya Hakim, Engkaulah Yang Maha Bijaksana…!
Aku ingin menjadi orang yang bijaksana
Aku ingin menjadi orang yang paling bermanfaat bagi orang lain

Ya Alim, Engkaulah Tuhan Yang Maha Mengetahui…!

Mengetahui atas semua isi hatiku ini

Berilah aku hikmah agar mampu melihat kebaikan-Mu
Berilah aku hikmah agar mampu menyelami tangisan dan impian saudara kami

berilah aku hikmah atas sepanjang usiaku

Ya Jabbar, Engkau Yang Maha Kuasa…!
Kepunyaan-Mulah apa yang ada di langit dan di bumi
Jangan putuskan harapanku untuk menanti nikmat-Mu

Ya Qawi, Engkaulah Zat Yang Maha Kuat
Tanamkan kekuatan-kekuatan dalam hatiku
Agar aku tak menyerah pada kesulitan hidup
Agar aku mampu istiqomah dalam keyakinanku

Agar aku mampu istiqomah ats usiaku

Ya Wasi, Engkaulah Yang Maha Luas
Ketika aku memberi kepada orang lain
Sungguh menambah pahala bagiku
Ketika aku membantu orang lain
Sungguh menambah kecintaan orang lain padaku

Dibanyak hari aku mencoba
Untuk berubah atas waktu yang Kau beri
Agar tak mengulang salah-salah yang sama
Salah yang slalu berakhir penyesalan

Yang membuat hati meronta merana

Memang Penghambaanku belumlah sempurna

Namun kutlah berusaha atas usaha yang ada
Sgala nilai ibadah masih terpatri duniawi
Segala nilai amalan masih terbetik pujian
Ya Allah tetapkan imanku dijalan-Mu


Ya Qadir, Engkaulah Yang Maha Menentukan…!
Segala pikiran telah kucurahkan
Segala ikhtiar telah kulakukan

Segala doa tlah aku bicarakan atas-Mu
Suara hati telah kudengarkan

Iringilah langkahku dengan ridhomu

Duhai Al-Amin rasul yang Mulia
Allah Swt dan malaikat-malaikat bershalawat kepadamu
Shalawat kebajikan atas Al-Amin
Semoga orang yang bershalawat kepadanya selalu diberkahi.Amin!
Aku berdiri dalam tangisan diambang senja
Yang ku tahu kematian telah dekat

Maka di hari aku terlahir lahir kembali

Ampunilah aku atas tambahnya usiaku

(Mutiara Kusumawati)

Yang Layu Sebelum Berkembang

Ditulis dalam Dunia Muslimah oleh mutiarakusumawati pada Maret 14, 2008

Butiran bening menetes di pipi,…sesak, perih, marah dan sejuta rasa gundah menyeruak, saat seorang ibu mendapati anak gadisnya hamil diluar nikah!
Terguncang, itu pasti. Tapi marah pun tak akan menyelesaikan persoalan ini. Tak habis pikir, kenapa ini harus terjadi. Sebagai orang tua, sang ibu merasa telah membekali anak gadisnya dengan bekal agama, nasihat tak pernah kering keluar dari bibir, rambu-rambu bergaul hingga soal pakaian tak luput masuk dalam daftar pesan harian. Tapi ternyata istighfar berulang kali terucap, dunia di sekeliling menjadi gelap.
Lain lagi cerita tentang sebuah keluarga. Lima gadis bersaudara, hamil tanpa suami! Yang membuat trenyuh, hal itu tidak menjadi beban mereka, tak ada sesal, tak ada tangis. Dan itu terjadi berulang kali. Na’dzubillah mindzalik. Fenomena apa ini?

Bahaya Itu Ada Di Depan Mata
“Sesungguhnya dunia ini sangat manis dan indah (menarik perhatian), dan Allah Subhanahu wa ta’ala telah menyerahkannya kepada kamu untuk melihat bagaimana kamu berbuat. Karena itu berhati-hatilah dalam menghadapi dunia, dan berhati-hatilah pada wanita. Sesungguhnya fitnah (ujian) pertama bagi bani Israil terjadi adalah karena wanita.” (Riwayat Muslim)
Dari hadist di atas, Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam mengingatkan bahwa keindahan dunia, juga wanita, bisa menjadi pintu dosa. Namun sebagai wanita tak perlu berkecil hati, sebab dengan arif Islam menunjukkan pentingnya kedudukan wanita, bahkan Allah Subhanahu wa ta’ala menganggungkan dalam salah satu surat Al-Quran, yaitu surat An-Nisa’.

Tinggal bagaimana kita sebagai hamba, khususnya kaum hawa menjaga kepercayaan yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala berikan. Bagaimana kita hidup di tengah gemerlap dunia yang menyilaukan dan menipu, banyak memberikan kenikmatan sesaat yang banyak membuat kita terlena. Keimanan pada Allah Subhanahu wa ta’ala, pengetahuan tentang agama, lingkungan bergaul yang baik, serta cara pandang positif yang jauh ke depan, termasuk faktor penting bagi kita untuk melalui semua tantangan dalam hidup dan pergaulan kita.

Tak dipungkiri, deras arus globalisasi, iming-iming gemerlap dunia, hantaman gelombang budaya yang mengepung dari segala penjuru tak pernah berkompromi. Trend busana serta gaya hidup barat yang menggoda, memanggil hasrat. Apalagi bagi kawula muda, khususnya remaja putrid yang tengah tumbuh dan penuh gejolak, ditambah psikis yang masih labil, menjadi sasaran empuk globalisasi. Tak jarang mereka jatuh dan terjerumus.

Islam melindungi dan menjaga wanita dari pergaulan bebas yang sia-sia, sehingga haknya terlindungi dan kemuliannya terjaga. Namun saat ini, banyak dari kita menganggap, perlindungan Islam terhadap wanita sebagai kekangan, kemunduran dan pelanggaran HAM karena melarang wanita ini dan itu, membatasi gerak wanita bahkan sampai soal pakaian dan cara bergaul. Inilah hasil pemikiran mereka yang teracuni budaya barat, sehingga tak pernah mau melihat Islam teramat sangat melindungi kaum hawa dengan syariatnya. Sebaliknya, mereka memuja barat dan menjadikannya sebagai kiblat, menganggungkan emansipasi serta kebebasan berekspresi. Na’udzubillah.

Berawal Dari Pandangan Mata
Demi keselamatan seorang hamba, Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan pada hamba yang beriman untuk menjaga kemaluannya, dengan penjagaan awal terhadap pandangan matanya. Karena mata bisa menjadi media pengantar perbuatan zina. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. ’Katakanlah kepada wanita beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya….’”(An-Nuur:30-31)

Ibnu Qayyim mengurai tentang bahaya pandangan dengan menjelaskan,
“Sesungguhnya setiap kejadian (buruk) berawal dari penglihatan. Sebagaimana kejadian besar yang bermula dari sikap meremehkan terhadap sesuatu yang kecil yaitu memandang, yang karena diremehkan lalu berkembang menjadi suatu keinginan, kemudian melangkah menjadi niat untuk berbuat dan kemudian terjadilah perbuatan yang diharamkan (dosa).”

Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam pun bersabda mengenai bahaya pandangan,

“Pandangan itu panah beracun iblis. Barangsiapa menundukkan pandangannya karena Allah, Dia akan berikan kepadanya kenikmatan dalam hatinya yang akan ia rasakan samapi bertemu dengan-Nya.”(Riwayat At-Thabrani)

Jelaslah pandangan merupakan jalan masuk bagi setan, hingga membuat hati kita sibuk dan lalai. Tidak menjaga pandangan, sama halnya membiarkan kegelapan memasuki hati.
Maraknya ikhtilat (campur baur pria dan wanita) dan tabarruj (bersolek) makin mendukung suburnya pandangan bebas antar lawan jenis yang tak mustahil mengantar pada zina. Allah tegas melarang kita mendekatinya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’:32)

Mendekati zina, termasuk berpandangan, berduaan dengan lawan jenis, sentuhan dan sebagainya, hal itu sangat mungkin dilakukan oleh orang yang berpacaran,”pengumbaran” nafsu jelas terjadi. Lebih jauh lagi bisa terjadi hubungan seks di luar nikah. Fenomena hamil di luar nikah pun makin marak mengiringi. Apalagi sekarang ini kondisi kebanyakan wanita yang kita lihat jauh dari shalihah. Hanya sebagian kecil saja yang masih memegang kuat keimanan dan mau menjadikan Al-Quran dan sunnah sebagai pegangan hidup mereka.

Sebab Dan bahaya Pergaulan Bebas
Dewasa ini hubungan bebas kian membudaya, yang lebih menyedihkan, pelakunya sama sekali tanapa rasa malu memamerkannya dan seolah begitu bangga.
Banyak faktor yang menyebabkan pergaulan bebas terjadi yaitu faktor intern dan ekstern. Faktor intern di antaranya:
-Lemahnya iman atau bahkan tak ada sama sekali. Hal ini sangat mudah membuat orang terpengaruh hal-hal yang menyesatkan, hingga tenggelam dalam banyak penyakit rohani dan jasmani yang menghancurkan diri.
-Jahil terhadap ilmu agama. Minim ilmu dan ketidaktahuan membuat seseorang mudah terbawa arus dan cenderung meniru tahap memikirkan baik buruknya, pantas atau tidaknya, dan halal atau haramnya suatu perbuatan.
-Lunturnya nilai dan pemahaman dalam diri wanita atas fitrah dan kodrat yang disandangnya. Sebagian dari wanita mengabaikan hal ini. Banyak yang bertindak bodoh merusak fitrah dan kemuliannya dengan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah dan syariat dinnya.
Faktor ekstern diantaranya:
-Peran keluarga. Dalam Islam keluarga mengambil peran urgent dalam membentuk akhlak generasi. Didikan keluarga menjadi modal berharga saat generasi mulai melangkah ke dunia luar.
-Pengaruh lingkungan dan teman bergaul. Lingkungan dan teman bergaul yang baik akan berdampak baik pula bagi kita.

Tak terhitung banyaknya bahaya dan akibat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas. Diantaranya lahirnya budaya pacaran, pelacuran, dan banyaknya penyakit akibat seks bebas. Selain itu, pergaulan bebas juga menjadi salah satu pendorong terjadinya berbagai kausus, seperti perkosaan, tindak kriminal, free sex, kehamilan di luar nikah, aborsi, maraknya dunia prostitusi, pembuangan bayi, hiburan malam, pembunuhan dan lain sebagainya.

Nasihat Untuk Saudariku
Siapa yang harus disalahkan dengan maraknya fenomena free sex dan hamil di luar nikah? Orang tua, keluarga, lingkungan ataukah diri kita sendiri? Pada dasarnya semua komponen itu saling berkait dan merupakan satu mata rantai yang tidak bia dipisahkan. Namun kekuatan dan keimanan dalam pribadi kitalah penentunya. Keluarga, lingkungan yang baik dan teman bergaul adalah faktor pendukung yang bila berkolaborasi dengan baik akan menjadi tambahan support berharga bagi individu.

Saudariku, jagalah agar sebagai wanita kau tetap berharga, mulia dan mampu menjadi individu serta anggota mesyarakat yang baik. Mampu menjadi gadis yang memelihara akhlak dan kesucian. Menjadi muslimah yang mampu membentengi diri dan kukuh dalam bersikap.

Berikut ada beberapa hal yang jika kau selalu memegangnya insyaAllah dapat menghindar dan menjaga kita dari hubungan bebas:
-Pertebal iman, selalu dekat pada Allah. Karena keimanan dan kecintaan pada mengikuti petunjuk-Nya dan Rasul-Nya. Memiliki rasa takut dan malu yang besar kepada Allah hingga terhindar dari nafsu keji dan perbuatan mungkar.
-Bekali diri dengan ilmu yang benar karena ilmu adalah pelita hati, hingga mampu membedakan yang hak dan yang batil. Islam sangat menggambarkan keutamaan ilmu, sebagaimana firman-Nya Subhanahu wa ta’ala.
“Dan tidaklah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat.” (Al-Faatir:19)
-Merendahkan pandangan mata
-Menikah. Mengapa? Karena ini jalan terbaik, jika engkau takut tak bisa mengendalikan nafsu dan takut melampiaskan nafsu pada hal yang melanggar syar’i.
-Puasa mampu menjadi obat penangkal syahwat dan pikiran buruk. Sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam ,”….barangsiapa belum menikah, hendaklah ia berpuasa. Karena dengan puasa dirinya terlindung dari kemaksiatan.” (Riwayat Bukhari-Muslim)
-Memanfaatkan waktu untuk hal-hal positif.
-Mengingat kematian karena dzikrul maut akan meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita.
Tetaplah tegar berdiri dalam fitrah, jangan sekali pun engkau lengah. Jangan lelah menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai naungan jiwa. Semoga Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan. Amin. (Ummu Nabhan)

Majalah Nikah Edisi April 2007, hal. 4
Posted in Sorotan Tajam, Sakinah, Muslimah.
Maramis septiawan’s AhlusSunnah Webpages

Wanita Yang Mendapat Pujian Dan Wanita Yang Dilakanat Allah

Ditulis dalam Dunia Muslimah oleh mutiarakusumawati pada Maret 14, 2008

Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.

Wanita Yang Beriman

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad)

1. Khadijah binti Khuwailid

Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci).

Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.

Pribadinya yang tenang membuatnya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur bangsanya. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga.

Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata:
Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).

Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.”

2. Fatimah

Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib.
Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”

Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami.

Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.

3. Maryam binti Imran

Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.

4. Asiyah binti Muzahim

Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun.

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata:
“Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.”

Wanita yang durhaka

1. Istri Nabi Nuh
2. Istri Nabi Luth

Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya. Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya. Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual).

Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehor-matannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.”

Semoga kisah para wanita ini bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini untuk berkaca diri, kira-kira saya termasuk golongan yang mana? Apakah golongan yang dicintai Allah atau yang dimurkaiNya?

Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian meru-pakan harta yang paling berharga.

Dari kisah mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan bagaimanapun, hendaknya ketundukan kepada syariat Allah dan RasulNya harus tetap di atas segala-galanya. Asalkan berada di atas kebenaran, kita tidak perlu takut dibenci oleh masyrakat, sahabat, maupun orang yang paling istimewa di hati kita. Justru kewajiban kita adalah menunjukkan yang benar kepada mereka. Dengan begitu kita akan mendapatkan cinta sejati .. cinta Allah Rabbul ‘alamin.

Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Amin. (Faradillah)

Maraji’:
1. Ahkamun Nisa’, Ibnul Jauzi.
2. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani.
3. Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri.
4. Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin Abdul Hamid.

Artikel Buletin An-Nur

www.alsofwah.or.id

Halaman Berikutnya »